spanduk

Pembedahan DHS dan Pembedahan DCS: Gambaran Umum yang Komprehensif

Apa itu DHS dan DCS?

DHS (Sekrup Pinggul Dinamis)adalah implan bedah yang digunakan terutama untuk pengobatan fraktur leher femur dan fraktur intertrokanterik. Implan ini terdiri dari sistem sekrup dan pelat yang memberikan fiksasi stabil dengan memungkinkan kompresi dinamis pada lokasi fraktur, sehingga mempercepat penyembuhan.

DCS (Sekrup Kondilar Dinamis)adalah alat fiksasi yang digunakan untuk fraktur femur distal dan tibia proksimal. Alat ini menggabungkan manfaat dari sekrup berongga ganda (MCS) dan implan DHS, memberikan kompresi dinamis terkontrol melalui tiga sekrup yang disusun dalam konfigurasi segitiga terbalik.

tangkapan layar_2025-07-30_13-55-30

Apa Perbedaan Antara DHS dan D?CS?

DHS (Dynamic Hip Screw) terutama digunakan untuk fraktur leher femur dan intertrochanterik, memberikan fiksasi stabil dengan sistem sekrup dan pelat. DCS (Dynamic Condylar Screw) dirancang untuk fraktur femur distal dan tibia proksimal, menawarkan kompresi dinamis terkontrol melalui konfigurasi sekrup segitiga.

Apa kegunaan DCS?

DCS digunakan untuk pengobatan fraktur pada femur distal dan tibia proksimal. Metode ini sangat efektif dalam memberikan stabilitas dan mempercepat penyembuhan di area tersebut dengan menerapkan kompresi dinamis terkontrol pada lokasi fraktur.

Apa Perbedaan Antara DCS dan DPL?

DPL (Penguncian Tekanan Dinamis)DCS adalah jenis sistem fiksasi lain yang digunakan dalam bedah ortopedi. Meskipun DCS dan DPL sama-sama bertujuan untuk memberikan fiksasi yang stabil untuk fraktur, DPL biasanya menggunakan sekrup dan pelat pengunci untuk mencapai fiksasi yang kaku, sedangkan DCS berfokus pada kompresi dinamis untuk meningkatkan penyembuhan fraktur.

Apa Perbedaan Antara DPS dan CPS?

DPS (Sistem Pelat Dinamis)DanCPS (Sistem Pelat Kompresi)Keduanya digunakan untuk fiksasi fraktur. DPS memungkinkan kompresi dinamis, yang dapat meningkatkan penyembuhan fraktur dengan mendorong pergerakan antarfragmen selama menahan beban. CPS, di sisi lain, memberikan kompresi statis dan digunakan untuk fraktur yang lebih stabil di mana kompresi dinamis tidak diperlukan.

Apa perbedaan antara DCS 1 dan DCS 2?

DCS 1 dan DCS 2 merujuk pada generasi atau konfigurasi yang berbeda dari sistem Sekrup Kondilar Dinamis. DCS 2 mungkin menawarkan peningkatan dalam hal desain, material, atau teknik bedah dibandingkan dengan DCS 1. Namun, perbedaan spesifik akan bergantung pada pembaruan dan kemajuan sistem dari produsen.

Bagaimana cara mengisi formulir DHS?

DHS adalah prosedur bedah yang digunakan untuk mengobati fraktur femur proksimal, termasuk fraktur intertrokanterik dan subtrokanterik. Prosedur ini melibatkan langkah-langkah berikut:

1. Persiapan Praoperasi: Pasien dievaluasi secara menyeluruh, dan fraktur diklasifikasikan menggunakan studi pencitraan seperti sinar-X.
2. Anestesi: Anestesi umum atau anestesi regional (misalnya, anestesi spinal) diberikan.
3. Sayatan dan Pembukaan: Sayatan lateral dibuat di atas pinggul, dan otot-otot ditarik untuk membuka tulang paha (femur).
4. Reduksi dan Fiksasi: Fraktur direduksi (diselaraskan) di bawah panduan fluoroskopi. Sekrup cancellous besar (sekrup lag) dimasukkan ke dalam leher dan kepala femur. Sekrup ini ditempatkan di dalam selongsong logam, yang terhubung ke pelat yang dipasang ke korteks femur lateral dengan sekrup. DHS memungkinkan kompresi dinamis, artinya sekrup dapat bergeser di dalam selongsong, sehingga mendorong kompresi fraktur dan penyembuhan.
5. Penutupan: Sayatan ditutup berlapis-lapis, dan drainase dapat dipasang untuk mencegah pembentukan hematoma.

Apa itu Operasi PFN?

Operasi PFN (Proximal Femoral Nail) adalah metode lain yang digunakan untuk mengobati fraktur proksimal femur. Operasi ini melibatkan pemasangan paku intramedulla ke dalam kanal femoralis, yang memberikan fiksasi stabil dari dalam tulang.

图 foto1

Apa itu Fenomena Z dalam PFN?

Fenomena "Z" pada PFN mengacu pada potensi komplikasi di mana paku, karena desainnya dan gaya yang diterapkan, dapat menyebabkan kolaps varus pada leher femur. Hal ini dapat menyebabkan malalignment dan hasil fungsional yang buruk. Fenomena ini terjadi ketika geometri paku dan gaya yang diberikan selama menahan beban menyebabkan paku bermigrasi atau berubah bentuk, yang mengakibatkan deformasi berbentuk "Z" yang khas pada paku.

Mana yang Lebih Baik: Paku Intramedulla atau Sekrup Pinggul Dinamis?

Pilihan antara paku intramedulla (seperti PFN) dan sekrup pinggul dinamis (DHS) bergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis fraktur, kualitas tulang, dan karakteristik pasien. Studi menunjukkan bahwa PFN umumnya menawarkan beberapa keuntungan:

1. Pengurangan Kehilangan Darah: Operasi PFN biasanya menghasilkan kehilangan darah intraoperatif yang lebih sedikit dibandingkan dengan DHS.
2. Waktu Operasi Lebih Singkat: Prosedur PFN seringkali lebih cepat, mengurangi waktu di bawah anestesi.
3. Mobilisasi Dini: Pasien yang dirawat dengan PFN seringkali dapat bergerak dan menopang berat badan lebih awal, sehingga mempercepat pemulihan.
4. Komplikasi yang Lebih Rendah: PFN dikaitkan dengan lebih sedikit komplikasi, seperti infeksi dan malunion.

Namun, DHS tetap menjadi pilihan yang layak, terutama untuk jenis fraktur stabil tertentu di mana desainnya dapat memberikan fiksasi yang efektif. Keputusan harus dibuat berdasarkan kebutuhan pasien individu dan keahlian ahli bedah.

Bisakah PFN dihilangkan?

Dalam kebanyakan kasus, PFN (Proximal Femoral Nail) tidak perlu dilepas setelah fraktur sembuh. Namun, pelepasan dapat dipertimbangkan jika pasien mengalami ketidaknyamanan atau komplikasi yang terkait dengan implan tersebut. Keputusan untuk melepas PFN harus dibuat setelah berkonsultasi dengan dokter bedah ortopedi yang merawat, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kesehatan pasien secara keseluruhan dan potensi risiko serta manfaat dari prosedur pelepasan.


Waktu posting: 19 April 2025